Skip to main content

Posts

Welcome Back Old Name With New Person

Alhamdulillah saya menyentuh blog ini lagi. Lebih dari 7 tahun sudah terakhir saya update blog ini. Duh, sepertinya sudah menurun skill menulisnya. hehe Oya, baru saja saya selesai membaca beberapa postingan-postingan yang lama. Sedikit sedih dan banyak tertawa, menertawakan curcol-curcol-an anak bau kencur. Haha. Alhamdulillah banget, dengan kegelisahan dan jerih payah menyelesaikan kuliah yang telah lalu, kini saya bekerja sebagai programmer. Cita-cita dari dulu. Selama 7 tahun terakhir, berjuta-juta kisah rapat menghampiri. Penuh syukur, sedih, kesal, dan rindu, serta sesal. Hingga sangat lebih mengenal hidup lagi setelah masuk dunia kerja, ditinggal orang kesayangan, serta peliknya dengan sifat dan cara berpikir orang-orang di sekitar. By the way, usia saya sebentar lagi masuk kepala 3 loh! Excited dan sedikit banyak pikiran, dan kekhawatiran. Tapi sebagai muslim, tidak boleh mengkhawatirkan hal-hal yang belum pasti. Jalani dengan bismillah. Hehe Ada achives yang ingin saya penuhi ...
Recent posts

Renungan Malam

27 April 2015, 11:42 WIB. Malam ini, sempat terpikirkan 'sepertinya saya salah ambil jurusan'. Dari masih kecil tidak pernah berniat masuk ke ilmu sosial, hukum, politik, kewarganegaraan, maupun sejarah. Karena memang dari kecil, kecakapan saya ada di ilmu pasti. Dan saya selalu berniat ke ilmu tersebut. Sehingga saya masuk IPA selama SMA, dan Teknik Informatika selama kuliah. Niat tersebut sepertinya sekarang berubah. Dengan banyak peristiwa yang dialami dan didengar selama 22 tahun ini. Alangkah lebih baiknya saya mengerti hukum, politik dan kewarganegaraan. Dengan begitu tugas saya di pendidikan tersebut dapat membantu banyak orang. Orang yang tidak pernah melihat gadget pun dapat terbantu. Orang yang tidak pandai mengoperasikan gadget pun dapat terbantu. Tidak seperti sekarang ini. Tugas-tugas saya hanya dapat membantu beberapa organisasi saja. Tentunya dengan kategori sudah pandai mengoperasikan gadget. Apalagi tugas yang terakhir ini, membantu orang saja harus ada ...

Penghambat Skripsi

Aneh. Sekalinya ada kemajuan, walaupun sedikit, tetap saja ada yang mengeluh. "Bukannya dari kemaren!" "Telat Pak!" "Percuma!" Tutur kata macam apa yang seperti itu? Ini negara hukum, bukan kerajaan yang bisa memutuskan seenaknya sebagai Raja. Adanya pencuri-pencuri ayam/coklat/kayu/dll yang dipenjara, membuat kalian kasian? Silahkan kumpulkan uang untuk menebus jaminan pelaku agar tidak dipenjara, ikuti aturan untuk membantu. Dan ingat, jangan hanya memikirkan kalau 'Pejabat' lah yang harus membantu karena 'dikenal' kekayaannya. Lihat juga yang lain! Selebriti! Pengusaha! Mereka juga 'dikenal' kekayaannya, bukan? Seleb luar negeri yang biasa kalian olok-olok, nyatanya mereka yang membantu mengurangi sedikit kemiskinan di tanah air. Kalian ga malu? Bisanya hanya bagi-bagi 'ludah' tanpa solusi. Adanya ketidakadilan dari penegak hukum, membuat kalian kesal? Makanya mikir! Bagaimana menyampaikan aspirasi kepada ...

Proposal Ditolak?

Proposal ditolak? Ditolak proposal skripsi jauh lebih sakit dibanding gagal masuk PTN. Tapi diejek dosen itu lebih sakit daripada ditolak proposal skripsi. Hari ini dan Senin mendatang ada banding buat yang ditolak proposalnya, yang nanti kemungkinan bisa untuk diterima. Tapi saya tadi ga ada niat buat banding ,cuma mau menanyakan suatu hal supaya saya bisa lebih siap untuk banding nanti senin. Banding itu harus ke reviewer yang meriksa proposalnya. Makanya tadi saya bukan nanya ke reviewer tapi ke satu dosen yang ada hubungannya dengan pembahasan proposal saya. Niatnya juga cuma mau bertanya. Tapi apa daya, dengan kata pengantar saya yang kurang jelas terus disusul bentakan dari dosen tersebut, membuat saya gugup. Saya juga ga bisa menjelaskan dengan baik apalagi sang dosen terus-terusan ngomong. Alhasil saya dilempar ke dosen yang mereviewer, karena saya disangka mau banding. Yasudah ,ketika dijelaskan kesalahan fatal proposalnya dimana. Sudah jelas saya ditolak. Oke gapapa....

Dwi Saputri

Malam ini saya sedang mengingat-ingat masa SMP dulu. Dari kelas 1 sampai kelas 3. Ternyata kalau diteliti lagi, yang salah itu ada di saya sendiri. Teman-teman dekat saya di kelas 1, setelah kelas 2 terpisah, kalian banyak didekati teman baru. Teman-teman dekat di kelas 2, setelah kelas 3 terpisah, kalian juga banyak didekati teman baru. Sedangkan saat sekelas dan berteman dengan saya, kalian ikut jadi bahan cemoohan orang-orang. Terkhusus satu teman dekat saya dari kelas satu. Saat kamu dikelilingi teman baru, saya malah ngambek. Padahal dulu kamu dipandang rendah karena berteman dengan saya. Syukur deh sekarang kamu udah ga deket saya lagi. Semoga happy ending ya.. 😊 Cuma satu yang saya ingin sampaikan. Maaf sudah menjadi beban kamu. Dwi.

Hidup-Hidupan

Astagfirullah. Astagfirullah. Beginikah zaman fitnah? Zaman fitnah adalah zaman yang mengerikan. Dimana kebaikan seseorang ditutupi oleh kejelekan orang lain jadi terlihat jelek. Kejelekan seseorang ditutupi dengan kejelekannya lagi malah jadi terlihat baik. Kebenaran dinyatakan dalam konteks yang salah akan menjadi sebab perang saudara. Kesalahan dinyatakan dalam konteks yang benar akan terlihat seperti kebohongan. Ya Allah. Tahun ini semakin terasa zaman fitnahnya. Kalau memang benar jika zaman ini selesai maka hari besar akan datang, maka kuatkanlah iman kami, buatlah kami wafat dalam agama-Mu. Wafatkan kami sebelum hari besar itu datang. Sungguh kami tidak mau termasuk orang-orang yang merasakan hari kiamat.

End Of Life Not File

Begini ya akhirnya. Waktu yang singkat. Jauh dari harapan. Dan waktu yang menyesakkan, tidak menunggu hati ini siap. Menyekik hingga mengakhiri hidupku. Bukan arti hidup sebenarnya, melainkan kehidupan kecil yang muncul 3 tahun lalu karena seseorang. Kini dia telah membunuhku, setelah membuat aku koma 2 tahun lalu. Berharap koma lebih lama.... Hanya angan.