Skip to main content

AUTOBIOGRAFI

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wa Barakatuh

Nama saya Rayi Ami, lahir pada hari Sabtu, 6 Februari 1993 di Kota Bekasi. Tepatnya di bidan dekat Sekolah Dasar Negeri Perwira Bekasi Utara. Nama Rayi Ami diberikan oleh orangtua saya. "Rayi" diberikan oleh bapak saya yang artinya "adik" dalam bahasa jawa. "Ami" diberikan oleh mama saya yang diambil dari kata "amis" yang artinya "manis" dalam bahasa sunda. Jadi orangtua saya mengharapkan saya sebagai "adik manis", karena saya memiliki seorang kakak laki-laki.
Hehe..

Saat saya lahir sampai usia saya kira-kira 4 tahun, keluarga saya masih tinggal di rumah dinas guru SD. Oya, mama saya seorang guru dari dulu hingga kini. Baktiku Guru :* Sedangkan bapak saya seorang karyawan swasta. Yang Alhamdulillah mampu membangun rumah baru yang kami tempati dari usia saya 4 tahun sampai sekarang. Tapi tidak untuk pekerjaan bapak. Bapak saya terpaksa harus keluar dari tempat kerjanya saat saya duduk di bangku SD. Semenjak itu, bapak saya menjadi multitalent. Beliau bekerja apa saja yang bisa beliau kerjakan. So, I Love Him So Much :*
Oya, kakak saya satu-satunya itu namanya Lanang Jati, kelahiran 14 Mei 1987. Sebagai kakak beradik, kami sering berkelahi. Hehe wajarlah. Dia laki-laki tertampan kedua setelah bapak saya tentunya :P
Ada 1 kalimat dari kakak saya yang selalu saya ingat.
"Tenang, Yi. Suatu hari bakal ada pangeran yang ngejemput Rayi."
Haha, kalau tidak salah kakak saya ngomong itu waktu saya masih SMP.
Dulu sih belum kepikiran apa-apa. Sekarang makin dewasa makin galau, jadi keliatan maksudnya. Tapi dipikir-pikir, jangan-jangan kakak saya lagi galau, ngomong kayak gitu :V

Diusia 5 tahun saya tidak pernah masuk Taman Kanak-kanak, sama orangtua saya langsung dimasukin ke SDN Perwira IV Bekasi Utara pada tahun 1999. Alhamdulillah dari masih balita saya senang bermain sekolah-sekolahan, jadi orangtua saya tidak perlu memaksa saya masuk sekolah. Ketika lulus SD saya ingin masuk SMP yang sama dengan kakak saya, yaitu SMPN 1 Bekasi pada tahun 2005. Yang "katanya" SMP No. 1 di Bekasi. Karena watak saya yang pemalu, pemarah, dan kurang "gahol", alhasil saya memiliki dua orang teman dekat dari SMP tersebut. Lulus SMP, saya ingin masuk SMA yang sama dengan seorang teman dekat tadi. Tapi mungkin takdir saya lain, jadinya saya masuk SMAN 1 Cimalaka di kota Sumedang. Sementara tinggal di rumah nenek (mamanya mama saya), orangtua saya mengirim uang saku tiap bulannya. Well, pengalaman menarik untuk saya. Mendengar bahasa sunda dari semua sudut, dan logat-logat yang aneh juga lucu. Tidak sulit bagi saya memahami bahasa sunda, karena saya keturunan suku sunda, dan tidak jarang mama menggunakan bahasa sunda dari saya masih kecil. Masalah-masalah datang terlalu banyak saat saya menjalani masa SMA ini. Tapi, maknanya juga banyak yang didapat :)
Lulus SMA, lagi-lagi saya ingin masuk universitas yang sama dengan teman dekat saya itu. Lagi-lagi juga takdir saya lain, saya masuk jurusan Teknik Informatika di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung. Di sana saya bertemu banyak suku-suku di Indonesia maupun luar negeri. Buleee bo....
Di masa perkuliahan ini saya "terjebak" ke dalam himpunan mahasiswa yang "tadinya" tidak mau terjerumus. Tadinyaaa, sekarang mah ikhlas kok :P
Pertama kalinya ngekos, ketemu sama teman-teman baru yang benar-benar "teman". Itu Baru Teman!
Ini takdir yang pasti lebih baik dari sebuah "keinginan". I Love Allah :*

Kejadian-kejadian hidup yang tak terlupakan:
USIA < 13
- Melihat hal-hal goib yang saya yakin itu nyata
- Kepala bocor karena kepentok gagang sepeda
- Dikejar orang gila
- Dagu robek karena main perosotan di papan gilesan
- Juara lomba tapi ga dapet piala
- Latihan lomba tapi perlombaannya ditiadakan
- Dijewer bapak karena main sampai malam
- Makan belimbing sayuurrr
- Tangan penuh dengan jajanan
USIA > 12
- Mendapatkan nominasi ter-pendiam, ter-gaptek, dan ter-jelek waktu SMP
- Berhasil beli handphone dengan tabungan sendiri
- Latihan pencak silat sampai sabuk oren
- Tampil pentas seni bermain angklung
- Ditampar yang "katanya" kuntilini
- Mengetahui istilah hacking
- Jatuh cinta
- Tidak lulus ujian masuk SMAN 4 Bekasi, UGM, UI, Unsoed
- Dapat surat undangan dari UNIKOM
- Dikhianati cinta (aw..)
- Ditinggal teman dekat
- Memiliki musuh yang amaattt
- Dikhianati musuh berkali-kali
- Mengikuti MLM (i like it, i don't hate it, but i'll try to fix it)
- Kakak dapat kerjaan ituu rasanya ada dua uang saku :V

Comments

Popular posts from this blog

Hidup-Hidupan

Astagfirullah. Astagfirullah. Beginikah zaman fitnah? Zaman fitnah adalah zaman yang mengerikan. Dimana kebaikan seseorang ditutupi oleh kejelekan orang lain jadi terlihat jelek. Kejelekan seseorang ditutupi dengan kejelekannya lagi malah jadi terlihat baik. Kebenaran dinyatakan dalam konteks yang salah akan menjadi sebab perang saudara. Kesalahan dinyatakan dalam konteks yang benar akan terlihat seperti kebohongan. Ya Allah. Tahun ini semakin terasa zaman fitnahnya. Kalau memang benar jika zaman ini selesai maka hari besar akan datang, maka kuatkanlah iman kami, buatlah kami wafat dalam agama-Mu. Wafatkan kami sebelum hari besar itu datang. Sungguh kami tidak mau termasuk orang-orang yang merasakan hari kiamat.

Dewasa Vs Kaulah Satu-Satunya

Aku rada ga 'sreg' nih sama nasehat yang satu ini Orang yang baik pasti banyak teman. Orang jahat tidak punya teman. Tapi toh nyatanya banyak tuh yang baik tapi karena dia ga gahul jadi ga punya temen. Banyak juga tuh yang jahat tapi pinter bergahul jadi punya banyak temen. Jadi ga adil dong kalau-kalau pandangan orang banyak seperti  Dia ga punya temen ah ,pasti ga asik. Ih dia banyak temennya pasti baik deh. Kalau kayak gitu semakin banyak aja dong temennya orang yang jahat. Ternyata makin tua makin banyak pernyataan yang harus dipertanyakan. Harusnya kata-kata yang ditanam dalam jiwa anak-anak ga boleh sembarangan ya. Masa iya harus menunggu mereka dewasa baru mereka sadar pernyataan-pernyataan mana saja yang masuk akal. Aha.. Tapi emang ada benernya juga sih pernyataan yang tadi ,cuma 'tidak tepat'. Padahal dulu sering banget disuruh jawab pertanyaan dengan 'benar' dan 'tepat'. Hehe.. Loh ada bunyi sirine polisi... . . . . . . . . Lama...

Sehat? Mau dong

Desember-Januari Setahun yang lalu. Minggu-minggu sebelum UAS. Kepalaku berat sekali. Entah kenapa bawaannya malah ingin keramas. Pagi-pagi aku sudah keramas. Kepalaku sudah tidak berat lagi. "Ohh, gapapa tah." aku tersenyum. Siap-siap berangkat kuliah. Sore hari sepulang kuliah, kepalaku berat lagi. Malah aku jadi jatuh dari tangga kosan. Duhh. Keesokan hari badan mulai terasa ga enak. Hingga berhari-hari keadaanku semakin parah. Aku masih memaksakan kuliah. Saat itu aku dibopong oleh Vani, teman sekelas. Beberapa kali aku berhenti jalan untuk istirahat. Hanya mampu berjalan 20 langkah mungkin. Di mata kuliah yang 'extra' kondisiku tidak sedang fit. Ahh. Sore harinya, di kamar kosan. Aku menggigil. Belum pernah sedingin ini. Ada Ria memanggilku, tapi aku ga kuat menjawabnya. Aku sms dia "gw lg kedinginan". Dia turun menuju ke kamarnya. Tidak lama dia naik lagi ke kamarku. "Ami!" "Ami! Kenapa!" Sekuatnya aku buka pintu. "Dingi...