Skip to main content

Bully

Halo :D


Acara televisi "Hitam Putih" tadi malam mengingatkan aku semasa SMP dulu....
Istilah Bully mungkin baru muncul zaman-zaman ini. Tapi sudah merupakan sebuah kebiasaan masyarakat lokal atau pun inter-lokal melakukan kegiatan yang lebih banyak negatifnya. Bahkan ada peristiwa bunuh diri karena di-bully...
Hal ini bukan hanya terjadi pada selebritis saja. Orang biasa seperti aku pun merasakannya..
Kalau diingat-ingat aku selalu di-bully waktu duduk di bangku SMP. Aku di-bully mungkin karena terlihat cupu (culun punya), kurang jenius (bodoh, sinonimnya xD), dan tidak trendy (kasarnya 'kampungan'). Aku sedih pastinya. Apalagi di SMP itu ga ada teman dari SD yang sama, jadi murni sendiri. :D
Baru masuk SMP, tapi anak-anaknya udah pada gitu. Makin susah deh nyari teman. Padahal waktu SD aku ga diem-diem amat loh. Malah hampir kenal sama semua teman SD yang se-angkatan. Cuma sekarang jadi agak canggung sama teman SD (entah kenapa xD).

Saat SMP aku ga suka yang namanya angket. Yang isinya mengumpulkan pilihan orang-orang ter-tampan, ter-cantik, ter-jelek, hingga ter-bodoh. Sampai sekarang pun aku menganggap hal itu kejahatan. Jahat sekali orang-orang yang men-CAP orang dengan terang-terangan. Alhasil kelas satu SMP aku ga dapet julukan apa-apa, tapi ada beberapa 'vote' yang memilih aku sebagai yang 'ter-jelek(cewe)'. Ya aku memang jelek, dan aku ga marah gara-gara itu. Aku marah sama orang-orang yang terbahak-bahak terhadap temannya itu. Kelas dua SMP aku berhasil mendapatkan julukan 'ter-gaptek'. Saat itu aku belum punya HP ataupun komputer. Aku ga ngerti apa-apa tentang teknologi, bisa dibilang buta teknologi (kalo ga bisa bilang gimana? wkoakwok). Kelas tiga SMP, hmmm, aku ga inget ada angket di sini. Tapi, aku di-bully hebat di sini. Bagaimana di-bully nya? Aku dijodoh-jodohin. Aku ga suka dijodoh-jodohin. Dan 'the way' mereka menjodohkan aku yaitu dilihat dari: sama-sama hitam, sama-sama gendut, sama-sama pesek. Jangankan sama orang yang mirip (fisik) sama aku, yang tampan pun 'ogah'. Setiap gerakan dari aku, selalu dihubung-hubungkan sama yang mereka jodohkan. Aku takut saat itu. Selalu menghindar. Tidak ingin dipanggil guru, tidak ingin mengangkat jari, tidak ingin masuk kelas, tidak ingin sekolah, tidak ingin hidup. Ya, begitulah yang sempat aku pikirkan. Cuma bisa menangis di kamar. Namun saat itu aku udah mempunyai HP. Aku habiskan waktu di kelas dengan chating kalau sedang di-bully, aku mecoba untuk tidak peduli.

Sekarang, saat mengingat hal itu, aku tersenyum, sangat lemahnya aku saat itu. Kalau sekarang aku bisa mengabaikan hal itu jika terjadi lagi, tapi aku di saat itu bisa merasakan bagaimana terkekangnya jika di-bully. Berkaca-kaca mengingat sakitnya. :)

Terima kasih untuk teman-teman di dunia maya yang sangat menghiburku di saat aku tidak ingin hidup.
Sekarang aku sudah kuat. :D

Comments

Post a Comment

Tinggalkan sapamu di sini ^^

Popular posts from this blog

Hidup-Hidupan

Astagfirullah. Astagfirullah. Beginikah zaman fitnah? Zaman fitnah adalah zaman yang mengerikan. Dimana kebaikan seseorang ditutupi oleh kejelekan orang lain jadi terlihat jelek. Kejelekan seseorang ditutupi dengan kejelekannya lagi malah jadi terlihat baik. Kebenaran dinyatakan dalam konteks yang salah akan menjadi sebab perang saudara. Kesalahan dinyatakan dalam konteks yang benar akan terlihat seperti kebohongan. Ya Allah. Tahun ini semakin terasa zaman fitnahnya. Kalau memang benar jika zaman ini selesai maka hari besar akan datang, maka kuatkanlah iman kami, buatlah kami wafat dalam agama-Mu. Wafatkan kami sebelum hari besar itu datang. Sungguh kami tidak mau termasuk orang-orang yang merasakan hari kiamat.

Dewasa Vs Kaulah Satu-Satunya

Aku rada ga 'sreg' nih sama nasehat yang satu ini Orang yang baik pasti banyak teman. Orang jahat tidak punya teman. Tapi toh nyatanya banyak tuh yang baik tapi karena dia ga gahul jadi ga punya temen. Banyak juga tuh yang jahat tapi pinter bergahul jadi punya banyak temen. Jadi ga adil dong kalau-kalau pandangan orang banyak seperti  Dia ga punya temen ah ,pasti ga asik. Ih dia banyak temennya pasti baik deh. Kalau kayak gitu semakin banyak aja dong temennya orang yang jahat. Ternyata makin tua makin banyak pernyataan yang harus dipertanyakan. Harusnya kata-kata yang ditanam dalam jiwa anak-anak ga boleh sembarangan ya. Masa iya harus menunggu mereka dewasa baru mereka sadar pernyataan-pernyataan mana saja yang masuk akal. Aha.. Tapi emang ada benernya juga sih pernyataan yang tadi ,cuma 'tidak tepat'. Padahal dulu sering banget disuruh jawab pertanyaan dengan 'benar' dan 'tepat'. Hehe.. Loh ada bunyi sirine polisi... . . . . . . . . Lama...

Sehat? Mau dong

Desember-Januari Setahun yang lalu. Minggu-minggu sebelum UAS. Kepalaku berat sekali. Entah kenapa bawaannya malah ingin keramas. Pagi-pagi aku sudah keramas. Kepalaku sudah tidak berat lagi. "Ohh, gapapa tah." aku tersenyum. Siap-siap berangkat kuliah. Sore hari sepulang kuliah, kepalaku berat lagi. Malah aku jadi jatuh dari tangga kosan. Duhh. Keesokan hari badan mulai terasa ga enak. Hingga berhari-hari keadaanku semakin parah. Aku masih memaksakan kuliah. Saat itu aku dibopong oleh Vani, teman sekelas. Beberapa kali aku berhenti jalan untuk istirahat. Hanya mampu berjalan 20 langkah mungkin. Di mata kuliah yang 'extra' kondisiku tidak sedang fit. Ahh. Sore harinya, di kamar kosan. Aku menggigil. Belum pernah sedingin ini. Ada Ria memanggilku, tapi aku ga kuat menjawabnya. Aku sms dia "gw lg kedinginan". Dia turun menuju ke kamarnya. Tidak lama dia naik lagi ke kamarku. "Ami!" "Ami! Kenapa!" Sekuatnya aku buka pintu. "Dingi...