Skip to main content

Bosan

"judul" aku lihat suatu drama yang menceritakan hubungan seorang wanita dengan pria. Ketika suatu saat mereka akan bertemu, sang wanita datang terlebih dahulu di tempat janjiannya. Sekian menit, hingga sekian jam, sang pria belum juga datang. Sang wanita putus asa karena sang pria tidak datang dan tidak dapat dihubungi. Sang wanita kesal. Hingga kemudian hari, bulan, atau tahun, sang wanita masih mencoba mencari jejak sang pria. Hingga ahirnya sang wanita menemukan pahlawannya dulu. Dengan lingkungan kumuh, ternyata sang pria telah cacat fisiknya. Lalu sang wanita terenyuh, sang pria pun menceritakan peristiwa dahulu yang membuat dia tidak jua datang menemui sang wanita. Sang pria takut kalau sang wanita tidak menerima cacat fisiknya itu, dan ingin sang wanita mendapatkan pria yang lebih baik darinya. Sehingga dia memutuskan untuk mengasingkan diri.


Please deh akang-akang...

Seorang wanita yang sungguh sayang kepada pasangannya, dia akan menerima pasangannya dalam keadaan apapun. Jangan pernah menyimpulkan bahwa sang wanita akan lebih bahagia dengan seseorang yang sempurna dibandingkan dengan seseorang yang dia sayang. Karena wanita setia akan perasaannya. Tidak akan ada yang bisa menggantikan perasaannya yang telah pasti.
Haha agak emosi dikit. Habis "judul" sih lihat yang begitu. :D

Comments

Popular posts from this blog

Hidup-Hidupan

Astagfirullah. Astagfirullah. Beginikah zaman fitnah? Zaman fitnah adalah zaman yang mengerikan. Dimana kebaikan seseorang ditutupi oleh kejelekan orang lain jadi terlihat jelek. Kejelekan seseorang ditutupi dengan kejelekannya lagi malah jadi terlihat baik. Kebenaran dinyatakan dalam konteks yang salah akan menjadi sebab perang saudara. Kesalahan dinyatakan dalam konteks yang benar akan terlihat seperti kebohongan. Ya Allah. Tahun ini semakin terasa zaman fitnahnya. Kalau memang benar jika zaman ini selesai maka hari besar akan datang, maka kuatkanlah iman kami, buatlah kami wafat dalam agama-Mu. Wafatkan kami sebelum hari besar itu datang. Sungguh kami tidak mau termasuk orang-orang yang merasakan hari kiamat.

Sehat? Mau dong

Desember-Januari Setahun yang lalu. Minggu-minggu sebelum UAS. Kepalaku berat sekali. Entah kenapa bawaannya malah ingin keramas. Pagi-pagi aku sudah keramas. Kepalaku sudah tidak berat lagi. "Ohh, gapapa tah." aku tersenyum. Siap-siap berangkat kuliah. Sore hari sepulang kuliah, kepalaku berat lagi. Malah aku jadi jatuh dari tangga kosan. Duhh. Keesokan hari badan mulai terasa ga enak. Hingga berhari-hari keadaanku semakin parah. Aku masih memaksakan kuliah. Saat itu aku dibopong oleh Vani, teman sekelas. Beberapa kali aku berhenti jalan untuk istirahat. Hanya mampu berjalan 20 langkah mungkin. Di mata kuliah yang 'extra' kondisiku tidak sedang fit. Ahh. Sore harinya, di kamar kosan. Aku menggigil. Belum pernah sedingin ini. Ada Ria memanggilku, tapi aku ga kuat menjawabnya. Aku sms dia "gw lg kedinginan". Dia turun menuju ke kamarnya. Tidak lama dia naik lagi ke kamarku. "Ami!" "Ami! Kenapa!" Sekuatnya aku buka pintu. "Dingi...

Musibah

aahh. menyebalkan.... telapak kaki aku jadi gini... huhu... sabar..sabar..