Skip to main content

Zaman Dahulu

Malam ini, aku.. kepingin menggambar 'lagi'..
Rindu masa dahulu.. Menggambar sesuka hati.. Menggambar untuk kepuasan hati.. Tidak untuk diperlihatkan kepada mata-mata asing..
Rindu mendengarkan musik, sambil nyanyi-nyanyi tanpa ada telinga asing yang mendengarkan..
Aku bosan berdiam diri melakukan yang sangat formal untuk 'Bocah Baru Gede'..
Aku bosan untuk tidak memberontak..
Aku bosan untuk tidak berbicara..
Aku bosan menyembunyikan wajah kritisku..
Aku benci memberontak hatiku..
Aku benci mempedulikan jiwa yang sedang merendahkanku..
Aku benci berada di belakang saat berjalan berkelompok..
Aku benci membuntuti jiwa yang menyepelekanku..
Aku senang menggandeng tangan seseorang..
Aku senang berbicara dengan mata yang melihatku..
Aku senang mendengarkan pertanyaan dari jiwa yang serius..
Aku senang bersama jiwa yang saling berdiam diri saat memperhatikan lingkungannya..
Dan curhatan ini serius..
Aku ingin aku yang dulu..
Lagi-lagi aku belum jadi seperti yang dulu..
Hari ini aku berharap..
Aku serius..

Comments

Popular posts from this blog

Hidup-Hidupan

Astagfirullah. Astagfirullah. Beginikah zaman fitnah? Zaman fitnah adalah zaman yang mengerikan. Dimana kebaikan seseorang ditutupi oleh kejelekan orang lain jadi terlihat jelek. Kejelekan seseorang ditutupi dengan kejelekannya lagi malah jadi terlihat baik. Kebenaran dinyatakan dalam konteks yang salah akan menjadi sebab perang saudara. Kesalahan dinyatakan dalam konteks yang benar akan terlihat seperti kebohongan. Ya Allah. Tahun ini semakin terasa zaman fitnahnya. Kalau memang benar jika zaman ini selesai maka hari besar akan datang, maka kuatkanlah iman kami, buatlah kami wafat dalam agama-Mu. Wafatkan kami sebelum hari besar itu datang. Sungguh kami tidak mau termasuk orang-orang yang merasakan hari kiamat.

Sehat? Mau dong

Desember-Januari Setahun yang lalu. Minggu-minggu sebelum UAS. Kepalaku berat sekali. Entah kenapa bawaannya malah ingin keramas. Pagi-pagi aku sudah keramas. Kepalaku sudah tidak berat lagi. "Ohh, gapapa tah." aku tersenyum. Siap-siap berangkat kuliah. Sore hari sepulang kuliah, kepalaku berat lagi. Malah aku jadi jatuh dari tangga kosan. Duhh. Keesokan hari badan mulai terasa ga enak. Hingga berhari-hari keadaanku semakin parah. Aku masih memaksakan kuliah. Saat itu aku dibopong oleh Vani, teman sekelas. Beberapa kali aku berhenti jalan untuk istirahat. Hanya mampu berjalan 20 langkah mungkin. Di mata kuliah yang 'extra' kondisiku tidak sedang fit. Ahh. Sore harinya, di kamar kosan. Aku menggigil. Belum pernah sedingin ini. Ada Ria memanggilku, tapi aku ga kuat menjawabnya. Aku sms dia "gw lg kedinginan". Dia turun menuju ke kamarnya. Tidak lama dia naik lagi ke kamarku. "Ami!" "Ami! Kenapa!" Sekuatnya aku buka pintu. "Dingi...

Musibah

aahh. menyebalkan.... telapak kaki aku jadi gini... huhu... sabar..sabar..