Skip to main content

Eyes

Saatnya penulis curhat.. hehehe
Tiga minggu berlalu ketika saya rasakan gatal di kedua mata saya. Sangat gatal. Setelah tiga hari berlalu, saya mulai merasakan keanehan yang telah terjadi. Mengingat kembali kapan saja mata ini gatal. Ternyata hampir setiap saat. Sadarlah saya akan penderitaan mata ini. Kasihan mereka, sering dikucek-kucek sampai perih. Sedih mengingatnya lagi.

Seminggu berlalu, saya mulai mencari Poliklinik. Khususnya Dokter spesialis mata. Setiap kesempatan, saya pergi ke poliklinik, namun dokter nya tidak ada, 'katanya' minggu depan. Ya, minggu itu saya datang, 'hanjakal teu aya wae'. Hampir putus asa. Apalagi waktu papa saya datang. Sekuat mungkin saya sembunyikan penderitaan mataku. Rencananya mau akan saya beritahu papa nanti kalau sudah berobat. Biar Fix. Untunglah papa pulang lebih cepat dari biasanya (bukan maksud jelek loh, pah). Jadi saya bisa leluasa berpergian mencari Polikliniknya.

Singkat cerita setelah tiga minggu menahan gatal dan perihnya mata ini, tepatnya hari Jumat, 14 Oktober 2011, akhirnya mata saya diperiksa oleh Dokter dan diberi resep obat. Alhamdulillah obatnya mampu saya beli. Dan kata Dokternya juga mata saya cuma iritasi, tidak ada yang rusak.
Ini dia obat yang diresepkan dokter.

Cover obat pertama. 4 x sehari (1 x tetes pada masing-masing mata)

Isi obat pertama. 4 x sehari (1 x tetes pada masing-masing mata)

Cover obat kedua. 3 x sehari (1 x tetes pada masing-masing mata)

Isi obat keduaa. 4 x sehari (1 x tetes pada masing-masing mata)

Mudah-mudahan cepat sembuh, ya Allah... aamiin

Comments

Popular posts from this blog

Hidup-Hidupan

Astagfirullah. Astagfirullah. Beginikah zaman fitnah? Zaman fitnah adalah zaman yang mengerikan. Dimana kebaikan seseorang ditutupi oleh kejelekan orang lain jadi terlihat jelek. Kejelekan seseorang ditutupi dengan kejelekannya lagi malah jadi terlihat baik. Kebenaran dinyatakan dalam konteks yang salah akan menjadi sebab perang saudara. Kesalahan dinyatakan dalam konteks yang benar akan terlihat seperti kebohongan. Ya Allah. Tahun ini semakin terasa zaman fitnahnya. Kalau memang benar jika zaman ini selesai maka hari besar akan datang, maka kuatkanlah iman kami, buatlah kami wafat dalam agama-Mu. Wafatkan kami sebelum hari besar itu datang. Sungguh kami tidak mau termasuk orang-orang yang merasakan hari kiamat.

Dewasa Vs Kaulah Satu-Satunya

Aku rada ga 'sreg' nih sama nasehat yang satu ini Orang yang baik pasti banyak teman. Orang jahat tidak punya teman. Tapi toh nyatanya banyak tuh yang baik tapi karena dia ga gahul jadi ga punya temen. Banyak juga tuh yang jahat tapi pinter bergahul jadi punya banyak temen. Jadi ga adil dong kalau-kalau pandangan orang banyak seperti  Dia ga punya temen ah ,pasti ga asik. Ih dia banyak temennya pasti baik deh. Kalau kayak gitu semakin banyak aja dong temennya orang yang jahat. Ternyata makin tua makin banyak pernyataan yang harus dipertanyakan. Harusnya kata-kata yang ditanam dalam jiwa anak-anak ga boleh sembarangan ya. Masa iya harus menunggu mereka dewasa baru mereka sadar pernyataan-pernyataan mana saja yang masuk akal. Aha.. Tapi emang ada benernya juga sih pernyataan yang tadi ,cuma 'tidak tepat'. Padahal dulu sering banget disuruh jawab pertanyaan dengan 'benar' dan 'tepat'. Hehe.. Loh ada bunyi sirine polisi... . . . . . . . . Lama...

Sehat? Mau dong

Desember-Januari Setahun yang lalu. Minggu-minggu sebelum UAS. Kepalaku berat sekali. Entah kenapa bawaannya malah ingin keramas. Pagi-pagi aku sudah keramas. Kepalaku sudah tidak berat lagi. "Ohh, gapapa tah." aku tersenyum. Siap-siap berangkat kuliah. Sore hari sepulang kuliah, kepalaku berat lagi. Malah aku jadi jatuh dari tangga kosan. Duhh. Keesokan hari badan mulai terasa ga enak. Hingga berhari-hari keadaanku semakin parah. Aku masih memaksakan kuliah. Saat itu aku dibopong oleh Vani, teman sekelas. Beberapa kali aku berhenti jalan untuk istirahat. Hanya mampu berjalan 20 langkah mungkin. Di mata kuliah yang 'extra' kondisiku tidak sedang fit. Ahh. Sore harinya, di kamar kosan. Aku menggigil. Belum pernah sedingin ini. Ada Ria memanggilku, tapi aku ga kuat menjawabnya. Aku sms dia "gw lg kedinginan". Dia turun menuju ke kamarnya. Tidak lama dia naik lagi ke kamarku. "Ami!" "Ami! Kenapa!" Sekuatnya aku buka pintu. "Dingi...