Ibuku terlalu tegar ,bahkan saat bulan puasa sekalipun. Beliau bangun larut malam lalu memasak untuk suami dan anaknya sedangkan mereka asik menonton TV. Tidaklah aneh jikalau beliau jarang bersantai denganku ,anaknya. Kesibukannya dihentikan oleh tidur.
"Tidurlah ibu ,tidur dengan nyenyak. Aku di sini melihat kegigihanmu. Jerih payahmu takkan aku sia-siakan.
Terima kasih ibu."
Astagfirullah. Astagfirullah. Beginikah zaman fitnah? Zaman fitnah adalah zaman yang mengerikan. Dimana kebaikan seseorang ditutupi oleh kejelekan orang lain jadi terlihat jelek. Kejelekan seseorang ditutupi dengan kejelekannya lagi malah jadi terlihat baik. Kebenaran dinyatakan dalam konteks yang salah akan menjadi sebab perang saudara. Kesalahan dinyatakan dalam konteks yang benar akan terlihat seperti kebohongan. Ya Allah. Tahun ini semakin terasa zaman fitnahnya. Kalau memang benar jika zaman ini selesai maka hari besar akan datang, maka kuatkanlah iman kami, buatlah kami wafat dalam agama-Mu. Wafatkan kami sebelum hari besar itu datang. Sungguh kami tidak mau termasuk orang-orang yang merasakan hari kiamat.
Comments
Post a Comment
Tinggalkan sapamu di sini ^^