Skip to main content

Teman

tak ada seorang pun yang lebih memedulikanmu kecuali dirimu sendiri.


teman terbaikku adalah hatiku sendiri.


tak ada seorang pun yang lebih mengetahuimu kecuali dirimu sendiri.


kekuatan terbesarku ada di dalam jiwaku sendiri.




hidup ini memang membutuhkan orang lain. namun di saat kamu merasa tak ada seorang pun yang mengerti kamu ,baik itu sahabatmu atau bahkan orangtuamu juga tidak bisa mengerti kamu.
ingatlah. hatimu adalah temanmu.
rasakan ia. peluklah ia. menangislah atas penyebab kenapa kamu bisa seperti ini.
janganlah menyangkal jika itu memang kesalahanmu. sesalilah. lalu temukan kekuatanmu di jiwamu. ingatlah tentang apa yang kau sesali ,dan yakinlah kamu bisa bangkit tegap dengan kekuatanmu sendiri.

namun sebagai balasannya saat kamu telah bahagia dengan hidupmu ,tambahlah rasa kepedulianmu kepada sesama ,jangan hanya memberikan semangatmu tapi juga upayamu untuk membantu mereka yang belum bahagia. pandanglah mereka seperti dirimu yang belum bahagia dulu.

Comments

Post a Comment

Tinggalkan sapamu di sini ^^

Popular posts from this blog

Hidup-Hidupan

Astagfirullah. Astagfirullah. Beginikah zaman fitnah? Zaman fitnah adalah zaman yang mengerikan. Dimana kebaikan seseorang ditutupi oleh kejelekan orang lain jadi terlihat jelek. Kejelekan seseorang ditutupi dengan kejelekannya lagi malah jadi terlihat baik. Kebenaran dinyatakan dalam konteks yang salah akan menjadi sebab perang saudara. Kesalahan dinyatakan dalam konteks yang benar akan terlihat seperti kebohongan. Ya Allah. Tahun ini semakin terasa zaman fitnahnya. Kalau memang benar jika zaman ini selesai maka hari besar akan datang, maka kuatkanlah iman kami, buatlah kami wafat dalam agama-Mu. Wafatkan kami sebelum hari besar itu datang. Sungguh kami tidak mau termasuk orang-orang yang merasakan hari kiamat.

Sehat? Mau dong

Desember-Januari Setahun yang lalu. Minggu-minggu sebelum UAS. Kepalaku berat sekali. Entah kenapa bawaannya malah ingin keramas. Pagi-pagi aku sudah keramas. Kepalaku sudah tidak berat lagi. "Ohh, gapapa tah." aku tersenyum. Siap-siap berangkat kuliah. Sore hari sepulang kuliah, kepalaku berat lagi. Malah aku jadi jatuh dari tangga kosan. Duhh. Keesokan hari badan mulai terasa ga enak. Hingga berhari-hari keadaanku semakin parah. Aku masih memaksakan kuliah. Saat itu aku dibopong oleh Vani, teman sekelas. Beberapa kali aku berhenti jalan untuk istirahat. Hanya mampu berjalan 20 langkah mungkin. Di mata kuliah yang 'extra' kondisiku tidak sedang fit. Ahh. Sore harinya, di kamar kosan. Aku menggigil. Belum pernah sedingin ini. Ada Ria memanggilku, tapi aku ga kuat menjawabnya. Aku sms dia "gw lg kedinginan". Dia turun menuju ke kamarnya. Tidak lama dia naik lagi ke kamarku. "Ami!" "Ami! Kenapa!" Sekuatnya aku buka pintu. "Dingi...

Musibah

aahh. menyebalkan.... telapak kaki aku jadi gini... huhu... sabar..sabar..