Skip to main content

Bus Kota

Habis menjelajah ke ibu kota ,so tired. Tapi senang juga ,ketemu dengan sepasang suami-istri yang mungkin sudah lebih dari setengah abad. Tinggal di daerah Gandaria ,Pasar Rebo ,Jakarta. Mereka baik sekali. Memperbolehkan bapak saya dan saya untuk menginap semalaman.
Biayanya bebas loh ,mereka tidak meminta sepeser pun. Baik kan. :)




Lalu balik lagi deh ke bekasi naik bus kota. Bus via tol bekasi barat sangat berbeda dengan bus via tol bekasi timur. Bus via bekasi barat jauh lebih sederhana dibandingkan bus via bekasi timur. Kami (bapak saya dan saya) naek yang bus via bekasi barat. Kumuh? Tak masalah ,yang penting sopirnya tidak mabuk.




Pengamen pertama ,masuk dan menyapa dan mendoakan seluruh penumpang. Dan tak lupa menemani telinga penumpang ditengah bisingnya suara kendaraan.


JRENG!


Lagu pertama yang dinyanyikan ialah tentang ibu (gatau apa judulnya)
Lagu kedua cukup mengejutkan saya. Soalnya dia ngeROCK.


Begini kira-kira lirik yang saya dengar


"Emaak ,bapaak ,aku pengen kuliah ,sediakan uang lima juta ,lima juta nak? uang darimana? jual kebon aja ,trus nanti kita makan apa nak? Ga punya biaya sekolahnya mahal ,mereka ga mampu bayar ,sekolah mahal ,mau pintar mahal ,sekolahkan wajib ,wajibkan gratis ,shalat aja gratis ,padahal aku bercita2 jadi seorang sarjana ,biar bisa berguna bagi bangsa dan agama


papapapa ,pararara yea ehh
papapapa ,pararara
oooouuo"



wah ,tepat sekali lagunya. hehe




oia ,pengamennya naik dari wilayah kampung baru ,jakarta. Kalau mau dengar ,silahkan ke sana. hehe


you're cool ,pengamen! ;)

Comments

Post a Comment

Tinggalkan sapamu di sini ^^

Popular posts from this blog

Hidup-Hidupan

Astagfirullah. Astagfirullah. Beginikah zaman fitnah? Zaman fitnah adalah zaman yang mengerikan. Dimana kebaikan seseorang ditutupi oleh kejelekan orang lain jadi terlihat jelek. Kejelekan seseorang ditutupi dengan kejelekannya lagi malah jadi terlihat baik. Kebenaran dinyatakan dalam konteks yang salah akan menjadi sebab perang saudara. Kesalahan dinyatakan dalam konteks yang benar akan terlihat seperti kebohongan. Ya Allah. Tahun ini semakin terasa zaman fitnahnya. Kalau memang benar jika zaman ini selesai maka hari besar akan datang, maka kuatkanlah iman kami, buatlah kami wafat dalam agama-Mu. Wafatkan kami sebelum hari besar itu datang. Sungguh kami tidak mau termasuk orang-orang yang merasakan hari kiamat.

Dewasa Vs Kaulah Satu-Satunya

Aku rada ga 'sreg' nih sama nasehat yang satu ini Orang yang baik pasti banyak teman. Orang jahat tidak punya teman. Tapi toh nyatanya banyak tuh yang baik tapi karena dia ga gahul jadi ga punya temen. Banyak juga tuh yang jahat tapi pinter bergahul jadi punya banyak temen. Jadi ga adil dong kalau-kalau pandangan orang banyak seperti  Dia ga punya temen ah ,pasti ga asik. Ih dia banyak temennya pasti baik deh. Kalau kayak gitu semakin banyak aja dong temennya orang yang jahat. Ternyata makin tua makin banyak pernyataan yang harus dipertanyakan. Harusnya kata-kata yang ditanam dalam jiwa anak-anak ga boleh sembarangan ya. Masa iya harus menunggu mereka dewasa baru mereka sadar pernyataan-pernyataan mana saja yang masuk akal. Aha.. Tapi emang ada benernya juga sih pernyataan yang tadi ,cuma 'tidak tepat'. Padahal dulu sering banget disuruh jawab pertanyaan dengan 'benar' dan 'tepat'. Hehe.. Loh ada bunyi sirine polisi... . . . . . . . . Lama...

Sehat? Mau dong

Desember-Januari Setahun yang lalu. Minggu-minggu sebelum UAS. Kepalaku berat sekali. Entah kenapa bawaannya malah ingin keramas. Pagi-pagi aku sudah keramas. Kepalaku sudah tidak berat lagi. "Ohh, gapapa tah." aku tersenyum. Siap-siap berangkat kuliah. Sore hari sepulang kuliah, kepalaku berat lagi. Malah aku jadi jatuh dari tangga kosan. Duhh. Keesokan hari badan mulai terasa ga enak. Hingga berhari-hari keadaanku semakin parah. Aku masih memaksakan kuliah. Saat itu aku dibopong oleh Vani, teman sekelas. Beberapa kali aku berhenti jalan untuk istirahat. Hanya mampu berjalan 20 langkah mungkin. Di mata kuliah yang 'extra' kondisiku tidak sedang fit. Ahh. Sore harinya, di kamar kosan. Aku menggigil. Belum pernah sedingin ini. Ada Ria memanggilku, tapi aku ga kuat menjawabnya. Aku sms dia "gw lg kedinginan". Dia turun menuju ke kamarnya. Tidak lama dia naik lagi ke kamarku. "Ami!" "Ami! Kenapa!" Sekuatnya aku buka pintu. "Dingi...